Bandung Timur Berpotensi Kembangkan Sarana Wisata Keluarga
Kawasan Bandung Timur banyak memiliki tempat wisata keluarga yang cukup menarik seperti lokasi di Kawasan Mandalajati Kota Bandung yang cocok untuk wisata outbound.
Di kawasan ini selain terdapat kolam renang, juga memiliki sarana lainnya berupa flying fox, jembatan goyang, hiking, climbing, dan multi line. Kawasan yang diberinama Taman Graha Melati juga mempunyai program yang dikhususkan untuk anak-anak berusia 4-10 tahun. Program yang diberi nama Talented Kids Club (TKC) ini bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas anak secara terencana.
Program ini merupakan penggabungan potensi dasar berupa aquatic sport, camping, music & rythmic Games, hiking, berkuda, hingga sport games. "Tiap minggunya anak-anak akan dibimbing para pengajar yang merupakan lulusan Fakultas Olahraga UPI Bandung.
Wisata Manglayang
Sementara itu di Kampung Ciborelang, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terdapat sebuah wadah menampung dan menyalurkan potensi kekayaan seni budaya warga masyarakat kaki gunung Manglayang di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat saat ini telah dibangun sebuah tempat yang disebut "Kampung Seni dan Wisata Manglayang (KSWM)."
KSWM berupa tempat wisata yang dikemas secara tradisional dengan ciri khas rumah-rumah panggung menggunakan bambu dan menampilkan kesenian-kesenian khas masyarakat kaki Gunung Manglayang.
Di kawasan wisata seluas 1,8 hektare pengunjung dapat menikmati suasana alam pedesaan dengan ditemani rimbunnya pepohonan. Selain itu juga disediakan saung-saung yang dapat digunakan untuk beristirahat di tengah angin Gunung Manglayang.
Kawasan wisata ini terbagi menjadi empat area yaitu kawasan pastoral yang merupakan budaya masyarakat dalam memelihara hewan ternak agar dapat dijadikan bibit unggul.
Selain itu pula terdapat kawasan ritual yang digunakan untuk kesenian agamis seperti shalawatan.
Sarana lainnya adalah tempat bermain anak-anak atau yang disebut kaulinan barudak. Di tempat ini anak-anak dapat bermain permainan yang cukup menarik seperti egrang, gatrik, dan sorodot gaplok.
Kampung Wisata Pasir Kunci
Kampung Wisata Pasir Kunci berada di ketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut, termasuk wilayah Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujung Berung, berjarak sekitar 3 kilometer dari Pasar Ujung Berung.
Meskipun Kampung Pasir Kunci berhubungan langsung dengan Gunung Palasari , Gunung Manglayang yang tertutup kabut tipis tampak begitu jelas dari pandangan. Hamparan sawah dengan garis-garis pematang yang tertata jadi pemandangan langka. Terlebih untuk masyarakat metropolitan yang sudah begitu akrab dengan berbagai polutan kota. Di sisi lain pemandangan Kota Bandung termasuk menara alun-alun juga bisa terlihat.
Wilujeung sumping, kata-kata itu menyambut ketika memasuki gerbang Kampung Wisata Pasir Kunci. Mata akan langsung tertuju pada saung-saung khas Sunda yang mengingatkan suasana pedesaan atau kampung dengan segala nilai kearifan lokalnya. Berdiri di atas balong (empang-red) yang juga bisa digunakan untuk memancing ikan mas. Beberapa jembatan bambu dibuat sebagai jalan menuju saung.
Di sebuah saung bernama Saung Panglawungan, beberapa orang terlihat bercengkerama sambil menikmati sajikan timbel khas objek wisata ini. Ah, nikmatnya...
Layaknya padepokan, tak hanya nuansa fisik budaya Sunda yang terlihat. Ruh seni coba ditiupkan melalui beragam kegiatan seni yang ditujukan untuk masyarakat umum di sebuah tempat bernama Saung Padepokan. Semisal angklung, calung atau seni bela diri benjang yang menjadi ciri khas masyarakat Ujung Berung.
Tempat ini biasanya ramai saat akhir pekan. Dengan kapasitas saung untuk sekitar 150 orang, tempat ini biasa disewakan untuk resepsi pernikahan, ulang tahun, syukuran, arisan atau hanya acara untuk keluarga kecil.
Jika menuju tempat ini masuk melalui Jalan Nagrog dekat Pasar Ujung Berung. Sebaiknya memakai kendaraan pribadi karena perjalanan cukup jauh. Jika tidak, cukup dengan membayar Rp 4 ribu, tukang ojeg akan mengantar ke tujuan karena tempat ini sudah populer di masyarakat sekitar. Untuk pulang, cukup membayar Rp 3 ribu dengan sekantong bahkan segudang kenangan yang mungkin akan membuat anda kembali ke tempat ini lagi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




